Tanaman harum telah digunakan dalam praktik penyembuhan selama ribuan tahun di banyak kebudayaan, termasuk Cina kuno, India, dan Mesir. Cara mengekstrak minyak esensial dari tanaman pertama kali ditemukan selama Abad Pertengahan.
Sejarah aromaterapi modern dimulai pada awal abad ke-20, ketika kimiawan Prancis Rene Gattefosse menciptakan istilah aromaterapi dan mempelajari efek dari minyak esensial pada banyak jenis penyakit. Pada 1980-an dan 1990-an, aromaterapi ditemukan kembali di negara-negara Barat karena minat dalam pengobatan komplementer dan alternatif (CAM) mulai tumbuh.
Teori Dibalik Klaim Bahwa Aromaterapi Bermanfaat dalam Mengobati Kanker
Aromaterapi jarang disarankan sebagai pengobatan untuk kanker, tetapi lebih sebagai bentuk perawatan suportif untuk mengelola gejala kanker atau efek samping dari pengobatan kanker. Ada berbagai teori tentang bagaimana aromaterapi dan minyak esensial bekerja. Sebuah teori terkemuka adalah bahwa reseptor bau di hidung dapat merespon bau minyak esensial dengan mengirim pesan kimia sepanjang jalur saraf ke sistem limbik otak, yang mempengaruhi suasana hati dan emosi. Studi pencitraan pada manusia membantu menunjukkan efek bau pada sistem limbik dan jalur emosionalnya.
Aromaterapi digunakan dalam berbagai cara. Contohnya termasuk:
Inhalasi tidak langsung (pasien bernafas dalam minyak esensial dengan menggunakan diffuser ruangan atau menempatkan tetesan di dekatnya).
Inhalasi langsung (pasien bernafas dalam minyak esensial dengan menggunakan inhaler individual dengan tetes mengambang di atas air panas) untuk mengobati sakit kepala sinus.
Pijat aromaterapi (memijat satu atau lebih minyak esensial, diencerkan dalam minyak pembawa, ke dalam kulit).
Menerapkan minyak esensial ke kulit dengan menggabungkan mereka dengan garam mandi, lotion, atau dressing.
Aromaterapi jarang diminum.
Ada beberapa minyak esensial yang biasa dipilih untuk mengobati kondisi tertentu. Namun, jenis minyak yang digunakan dan cara mereka dikombinasikan dapat bervariasi, tergantung pada pengalaman dan pelatihan aromatherapist. Kurangnya metode standar telah menyebabkan beberapa penelitian yang saling bertentangan pada efek aromaterapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar